Jumat, 07 April 2017

Pengertian Sastra Secara umum dan Menurut Para Ahli Berikut Dengan Ciri-ciri, Fungsi Dan Macam-macam Karya Sastra

 
 
 
 
 
 
74 Votes

terbitkan-bukumudan-dapatkan-royalty-senikai-jutaan-rupiah
Sastra Dalam Pengertian Umum
Sastra (Sanskerta: shastra) merupakan kata serapan dari bahasa Sanskerta ‘Sastra’, yang berarti “teks yang mengandung instruksi” atau “pedoman”, dari kata dasar ‘Sas’ yang berarti “instruksi” atau “ajaran” dan ‘Tra’ yang berarti “alat” atau “sarana”. Dalam bahasa Indonesia kata ini biasa digunakan untuk merujuk kepada “kesusastraan” atau sebuah jenis tulisan yang memiliki arti atau keindahan tertentu.
Yang agak bias adalah pemakaian istilah sastra dan sastrawi. Segmentasi sastra lebih mengacu sesuai defenisinya sebagai sekedar teks. Sedang sastrawi lebih mengarah pada sastra yang kental nuansa puitis atau abstraknya. Istilah sastrawan adalah salah satu contohnya, diartikan sebagai orang yang menggeluti sastrawi, bukan sastra.
Selain itu dalam arti kesusastraan, sastra bisa dibagi menjadi sastra tertulis atau sastra lisan (sastra oral). Di sini sastra tidak banyak berhubungan dengan tulisan, tetapi dengan bahasa yang dijadikan wahana untuk mengekspresikan pengalaman atau pemikiran tertentu.
Sastra dibagi menjadi 2 yaitu Prosa dan Puisi, Prosa adalah karya sastra yang tidak terikat sedangkan Puisi adalah karya sastra yang terikat dengan kaidah dan aturan tertentu. Contoh karya Sastra Puisi yaitu Puisi, Pantun,  dan Syair sedangkan contoh karya sastra Prosa yaitu Novel, Cerita/Cerpen, dan Drama.
Pengertian Sastra Menurut Para Ahli
Mursal Esten (1978 : 9)
Sastra atau Kesusastraan adalah pengungkapan dari fakta artistik dan imajinatif sebagai manifestasi kehidupan manusia. (dan masyarakat) melalui bahasa sebagai medium dan memiliki efek yang positif terhadap kehidupan manusia (kemanusiaan).
Semi (1988 : 8 )
Sastra. adalah suatu bentuk dan hasil pekerjaan seni kreatif yang objeknya adalah manusia dan kehidupannya menggunakan bahasa sebagai mediumnya.
Panuti Sudjiman (1986 : 68)
Sastra sebagai karya lisan atau tulisan yang memiliki berbagai ciri keunggulan seperti keorisinalan, keartistikan, keindahan dalam isi, dan ungkapanya.
Ahmad Badrun (1983 : 16)
Kesusastraan adalah kegiatan seni yang mempergunakan bahasa dan garis simbol-simbol lain sebagai alai, dan bersifat imajinatif.
Eagleton (1988 : 4)
Sastra adalah karya tulisan yang halus (belle letters) adalah karya yang mencatatkan bentuk bahasa. harian dalam berbagai cara dengan bahasa yang dipadatkan, didalamkan, dibelitkan, dipanjangtipiskan dan diterbalikkan, dijadikan ganjil.
Plato
Sastra adalah hasil peniruan atau gambaran dari kenyataan (mimesis). Sebuah karya sastra harus merupakan peneladanan alam semesta dan sekaligus merupakan model kenyataan. Oleh karena itu, nilai sastra semakin rendah dan jauh dari dunia ide.
Aristoteles
Sastra sebagai kegiatan lainnya melalui agama, ilmu pengetahuan dan filsafat.
Robert Scholes (1992: 1)
Tentu saja, sastra itu sebuah kata, bukan sebuah benda
Sapardi (1979: 1)
Memaparkan bahwa sastra itu adalah lembaga sosial yang menggunakan bahasa sebagai medium. Bahasa itu sendiri merupakan ciptaan sosial. Sastra menampilkan gambaran kehidupan, dan kehidupan itu sendiri adalah suatu kenyataan social.
Taum (1997: 13)
Sastra adalah karya cipta atau fiksi yang bersifat imajinatif” atau “sastra adalah penggunaan bahasa yang indah dan berguna yang menandakan hal-hal lain”

Ciri - Ciri Sastra

Ciri-Ciri Karya Sastra - Sastra tersebut mempunyai karakteristik atau juga ciri-ciri yang bisa digolongkan atau juga dinamakan karya sastra. Ciri-ciri karya satra antara ialah sebagai berikut :
  1. Isinya itu menggambarkan manusia dengan berbagai persoalannya
  2. Bahasanya yang indah atau juga tertata baik
  3. Gaya penyajiannya yang menarik yang berkesan dihati pembacanya maupu pendengarnya

Fungsi Sastra

Fungsi Karya Sastra - Dalam menciptakan suatu karya sastra mempunyai fungsi yang bertujuan bagi para pembaca serta juga pendengar. Fungsi karya sastra antara lain ialah sebagai berikut :
  • Fungsi rekreatif ialah sastra yang memberikan kesenengan atau juga hiburan bagi pembacanya dan juga pendengarnya
  • Fungsi didaktfi ialah sastra yang memberikan suatu wawasan pengetahuan tentang seluk-beluk kehidupan manusia bagi pembaca dan juga pendengernya
  • Fungsi estetis ialah suatu sastra yang mampu untuk memberikan keindahan pembaca dan juga pendengarnya
  • Fungsi moralitas ialah sastra yang memberikan pengetahuan bagi pembaca dan pendengarnya tentang moral yang baik serta buruk.
  • Fungsi religius ialah suatu sastra yang menghadirkan karya yang didalamnya mengandung terkandung ajaran agama yang diteladani oleh pembacanya dan pendengarnya.

    MACAM - MACAM KARYA SASTRA


    1. Drama
    Drama merupakan  tiruan kehidupan manusia yang dipentaskan. 
    Unsur-unsur drama adalah :
    a. Kerangka cerita
        Kerangka cerita merupakan rangkaian peristiwa yang membentuk cerita.
    b. Penokohan
        Penokohan menggambarkan watak setiap tokoh
    Ada 3 macam watak tokoh, yaitu :
    -  Prontagonis  yaitu watak tokoh yang menampilkan perilaku baik : penyayang, penyabar, pembela    
       kebenaran dan sebagainya.
    -  Antagonis yaitu watak tokoh yang berperilaku jahat atau penenta yang kebaikan
    -  Tritagonis yaitu watak tokoh yang mendukung prontagonis

    c. Tema , yaitu gagasan pokok dalam cerita
    d.  Perlengkapan, yaitu : kostum, tata panggung, tata lampu dan sebagainya.

    Struktur drama ada 3 macam, yaitu :
    -  Prolog  (adegan pembukaan)
    -   Dialog (percakapan antar tokoh)
    -   Epiog ( adegan terakhir atau penutup)

    2.    Cerita Rakyat
    Cerita rakyat adalah cerita yang tumbuh dan berkembang di suatu daerah tertentu. Cerita tersebut berkembang dari lisan ke lisan dan tidak ada kejelasan siapa pengarangnya. Contoh cerita rakyat dari Jawa Barat adalah : Lutung Kasarung, Sangkuriang, dan sebagainya.

    Ciri-ciri cerita rakyat :
    a.    Disampaikan secara lisan
    b.    Pengarangnya tidak diketahui (anonim)

    Unsur – unsur dalam cerita rakyat :
    -  Latar adalah keterangan mengenai waktu, tempat, ruang, dan suasana yang terjadi dalam cerita.
    -  Amanat adalah pesan yang ingin disampaikan oleh pengarang kepada pembaca atau pendengar.
    -  Watak adalah sifat bathin manusia yang mempengaruhi segenap pikiran dan tingkah laku. Ada watak    
       penyabar, bijaksana, ramah, jahat, iri, dengki, pendendam dan sebaganya.

    3.    Karangan Prosa (karangan bebas)
    Karangan prosa atau karangan bebas adalah karangan yang tidak terikat oleh jumlah baris, bait dan rima (sajak). Ada 2 jenis karangan bebas (prosa) yaitu prosa lama dan prosa baru.

    a.  Prosa lama, diantaranya :
             -  Legenda adalah cerita terjadinya suatu daerah, danau, gunung, dan sebagainya.
                Contoh : Terjadinya Gunung Tangkuban Perahu, Asal – Usul Terajadinya Danau Toba.
             -  Fabel adalah cerita yang tokoh – tokohnya berupa hewan
                Contoh : Kelinci dan Buaya
              -  Sage adalah cerita tentang sejarah
                Contoh : Berdirinya Kerajaan Sriwijaya
              -  Mitos adalah cerita tentang makhluk gaib
                Contoh : Nyi Roro Kidul

      b.    Prosa Baru, diantaranya :
              -  Cerita pendek (cerpen) adalah cerita yang bentuknya pendek. Ciri- ciri cerpen antara lain alurnya lebih    
                sederhana, tokohnya hanya beberapa orang, latar hanya sesaat, lingkupnya terbatas dan temanya lebih  
                sederhana
              -  Novel adalah cerita yang mengisahkan sisi utuh kehidupan tokoh-tokohnya. Ciri-ciri umum novel         
                 antara lain alurnya lebih rumit dan panjang, tokoh lebih banyak dalam berbagai karakter, latar    
                 waktunya lama dengan lingkup yang luas dan temanya lebih rumit dan kompleks.
              -  Autobiografi  adalah karangan yang berisi riwayat hidup seseorang yang ditulis sendiri oleh tokoh
                 tersebut.
              -  Biografi adalah karangan yang berisi riwayat hidup seseorang yang dituis oleh orang lain.

      Catatan :
    Prosa dapat ditulis dalam berbagai bentuk :
    - Karangan narasi
       Karangan yang disusun berdasarkan suatu peristiwa tertentu dan diceritakan secara berurutan
    - Karangan deskripsi
       Karangan yang menggambarkan sesuatu dengan kata-kata atau kalimat – kalimat secara terperinci dan  
       cermat.
    -  Karangan argumentasi
       Karangan yang berisi pendapat tentang suatu masalah dengan penyajian data atau fakta. Dalam karangan 
       ini biasanya disertakan grafik, diagram atau gambar.
    - Karangan persuasi
       Karangan yang bertujuan untuk mempengaruhi pembaca agar mau melakukan sesuatu sesuai yang   
       diinginkan penulis atau pengarang.

    4. Karangan Puisi (Karangan Terikat)
    Karangan ini terutama dalam puisi lama, masih terikat dengan jumah baris, bait dan rima (sajak). Puisi terdiri atas 2 jenis, yaitu :
    a.    Puisi lama
    -  Pantun
    Contoh :
    Pantun nasihat

    Berburu ke padang datar
    Mendapat rusa belang kaki
    Berburu kepalang ajar
    Bagai bunga kembang tak jadi
    Amanat dari pantun diatas adalah apabila kita tidak sungguh-sungguh dalam menuntut ilmu, kita
    akan rugi karena tidak mendapat apa-apa.
    Pantun agama

    Kemumu di dalam semak
    Jatuh melayang selarasnya
    Meski ilmu setinggi tegak
    Tidak sembahyang apa gunanya
    Amanat dari pantun diatas adalah meski kita berilmu tinggi tetapi tidak ada gunanya apabila kita
    tidak menjalankan kewajiban sebagai umat beragama.
    Pantun jenaka

    Pohon manggis di tepi rawa
    Tempat kakek tidur beradu
    Sedang menangis nenek tertawa
    Meihat kakek bermain gundu
    Ciri – ciri pantun :
    -  Setiap bait terdiri dari 4 baris
    -  Setiap baris terdiri dari 8 sampai 12 suku kata
    -  Baris pertama dan kedua merupakan sampiran
    -  Baris ketiga dan keempat merupakan isi
    -  Berima (bersajak) a-b-a-b
    b. Syair (puisi lama yang bentuknya lebih bebas daripada pantun)
    Contoh :
    Titik koma mana yang kurang
    atau ejaan tiada terang
    Pembaca jangan berhati berang
    khilaf atau lupa kerap menyerang
    Ciri-ciri syair antara lain :
    -  Setiap bait terdiri atas 4 baris
    -  Setiap baris terdiri atas 10 sampai 12 suku kata
    -  Bersajak (rima) a-a-a-a
    Selain pantun dan syair masih adalagi karangan puisi lama misalnya Talibun dan Gurindam
    dua belas
    c. Puisi baru / modern
        Jenis puisi ini tidak terikat oleh bait, jumlah baris, atau rima.

0 komentar:

Posting Komentar